Perjalanan Panjang Sejarah Koperasi di Indonesia

23 Juli 2021

Koperasi telah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, khususnya dalam urusan keuangan, baik simpan atau pinjam. Siapa sangka, sejarah koperasi sudah dimulai sejak lama sampai akhirnya bisa panjang umur sampai sekarang. 

sejarah koperasi

Pengertian Koperasi 

Ada banyak definisi mengenai apa itu koperasi. Menurut Undang-undang Nomor 17 Tahun 2012, koperasi merupakan sebuah badan hukum yang didirikan dari orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan cara kerja pemisahan kekayaan dari para anggotanya sebagai awal modal untuk menjalankan usaha, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pada bidang ekonomi, budaya, dan sosial, yang telah disesuaikan oleh nilai dan prinsip koperasi. 

Sementara pengertian koperasi menurut ahli, Mohammad Hatta yang Anda kenali sebagai Bapak Koperasi Indonesia memiliki pengertian bahwa koperasi adalah sebuah badan usaha milik bersama yang bertujuan memperbaiki nasib ekonomi berdasarkan asas tolong-menolong.

Nah, dari situ dapat disimpulkan secara umum bahwa koperasi secara umum merupakan suatu badan yang terikat oleh hukum dan dibentuk atas asas kekeluargaan yang tujuannya untuk kesejahteraan anggotanya. 

Koperasi di Indonesia bisa juga dipahami sebagai perkumpulan yang secara sadar dan sukarela memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonominya.

Awal Sejarah Koperasi Indonesia 

Tahukah Anda bahwa koperasi di Indonesia sudah dibentuk sejak adanya penjajah di Indonesia? Awalnya, gerakan koperasi ditemukan yaitu sejak zaman revolusi industri di Eropa pada akhir abad 18 atau sekitar tahun 1771-an. Pada waktu itu, penggagas adanya koperasi adalah Robert Owen, orang berkebangsaan Skotlandia.

Pada zaman itu, koperasi yang berkembang di beberapa negara di Eropa didirikan dengan dasar solidaritas tradisional dan kerja sama yang terjalin antar individu. Koperasi awal sejarah itu kemudian dikenal dengan Koperasi Historis atau Koperasi Pra Industri. 

Menurut laman Depkop, koperasi menjadi jawaban atas masalah sosial yang muncul di tahap awal Revolusi Industri. Karena keberhasilan dari koperasi bentukan Robert Owen tadi, banyak negara yang ingin mencontoh, termasuk Indonesia. 

Sejarah koperasi bermula pada tahun 1896, Patih R. Aria Wiria Atmaja yang merupakan seorang priyayi asal Purwakarta yang memperkenalkan konsep koperasi di Indonesia. Hal ini bermula karena keresahan sang patih mengenai masalah sosial saat ini. 

Banyak pegawai negeri yang terjerat riba atau berhutang dengan yang bunga tinggi karena melakukan pinjaman dari rentenir dan kehilangan harta bendanya. 

Ingin membantu para pegawai negeri itu, Patih lantas mendirikan bank untuk pegawai negeri yang konsepnya mengambil pola koperasi kredit ala Jerman. Tujuannya supaya tidak ada lagi yang meminjam uang pada rentenir. 

Kabar mengenai bank yang didirikan Patih mendapat respon De Wolffvan Westerrode. De Wolffyan Westerrode adalah asisten residen asal Belanda yang belajar mengenai konsep koperasi di Jerman. 

Sepulangnya dari menuntut ilmu, De Wolffyan Westerrode memberikan ide yang tidak hanya menyelamatkan pegawai negeri tapi petani juga yaitu dengan membentuk Bank Pertolongan, Tabungan, dan Pertanian yang sebelumnya yang awalnya Bank Pertolongan Tabungan. 

Karena terbukti bisa menyelamatkan banyak orang dari hutang riba, konsep koperasi bisa diterima masyarakat dan menjadi awal sejarah berdirinya koperasi di Indonesia. 

Namun, melihat rakyat Indonesia mulai mandiri dengan bantuan adanya koperasi membuat pemerintahan Hindia Belanda merasa tidak tenang, apalagi mengingat bahwa ini membuat perekonomian melesat. 

Lantas, para penjajah memanfaatkan kewenangannya mereka dengan membuat aturan yang diskriminatif dan berusaha menjatuhkan koperasi. Aturan yang dibuat tersebut dikeluarkan secara satu per satu. 

Mulai dari Peraturan Perkumpulan Koperasi Nomor 43 Tahun 1915, tepatnya Peraturan Nomor 91 Tahun 1927 yang membahas perkumpulan koperasi bagi golongan bumiputra. 

Selanjutnya yaitu Peraturan Umum Perkumpulan-perkumpulan Koperasi Nomor 21 Tahun 1933. Peraturan ini dibuat untuk membantu atau menguntungkan mereka yang tunduk terhadap tatanan hukum barat. 

Karena adanya aturan tersebut, membuat Belanda membagi koperasi menjadi dua bagian, yaitu untuk bumiputera dan masyarakat yang mau tunduk pada hukum Barat. Walau begitu, kobar semangat koperasi di Indonesia tidak padam. 

Apalagi dengan munculnya organisasi pergerakan kemerdekaan yang dimulai dari Budi Utomo yang didirikan oleh dr. Sutomo tahun 1908, sedikit banyak memberi efek pada upaya perlawanan koperasi sebagai salah satu cara memperbaiki perekonomian. 

Hal ini diperkuat dengan kehadiran Serikat Dagang Islam yang pada tahun 1927 tidak tinggal diam. Perserikatan ini ikut membela dan mempertahankan posisi ekonomi dari pengusaha pribumi dengan mendukung keberadaan koperasi. 

Dua tahun setelah pendirian sejarah koperasi tadi, muncullah Partai Nasional Indonesia yang turut menyebarluaskan semangat koperasi. Mendapat banyaknya dukungan dari berbagai organisasi dan kalangan membuat koperasi makin kuat, bahkan sampai penjajahan digantikan Jepang. 

Ketika penjajahan Jepang, ada sebuah koperasi yang didirikan dan diberi nama Koperasi Kumiyai. Berbeda dengan konsep koperasi Indonesia yang berasas gotong royong. 

Koperasi Jepang justru hanya bertujuan mengeruk keuntungan saja dan ini menyebabkan kerugian bagi rakyat pribumi. Beruntungnya, setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan pada tahun 1945, semangat koperasi juga terus bertumbuh.

Tepatnya pada tangga 12 Juli 1947, diselenggarakan Kongres Koperasi. Kongres Koperasi ini diadakan untuk pertama kalinya di Kota Tasikmalaya. 

Tanggal terjadinya kongres pertama ini kemudian dijadikan peringatan untuk Hari Koperasi dan diperingati sampai sekarang. Kongres Koperasi tak sekadar menyepakati hari koperasi saja, tapi juga membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia atau yang disingkat SOKRI. 

Dalam sejarah koperasi Indonesia, Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi karena memberikan banyak perhatiannya kepada badan usaha tersebut. Menurut Mohammad Hatta, koperasi sebaiknya tidak hanya mengutamakan keuntungan, tapi harus bisa menjadi pemenuh kebutuhan bagi anggotanya.

Sejarah Lambang Koperasi di Indonesia 

sejarah koperasi
Logo Gerakan Koperasi Indonesia
(1960an-2012)
image by: wikipedia.org

Pada pertemuan di tahun 1947 tersebut juga dideklarasikan soal lambang koperasi yang diambil dari lambang Pancasila yaitu pohon beringin, gerigi roda, rantai, padi kapas, serta bintang. Hal ini menunjukkan bahwa koperasi lahir dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. 

Logo juga menjadi bagian sejarah koperasi penting kemudian digunakan sampai tahun 2012 dan mengalami modernisasi. Lambang koperasi yang baru memiliki bentuk seperti mozaik bunga dan warnanya didominasi oleh hijau pupus. Sayangnya, lambang itu tidak bertahan lama. 

Pada tahun 2015 Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, mengumumkan kembali penggunaan lambang koperasi yang lama. Walau sejarah koperasi dengan lambang lama dan baru memiliki perubahan yang cukup signifikan, tapi artinya tetap sama. 

Sementara itu, Anda juga perlu tahu sejarah logo koperasi Indonesia. Untuk lambang gerigi roda memiliki makna sebagai kerja keras yang terus diupayakan dan berkelanjutan. Maksudnya, orang-orang yang terlibat di dalam koperasi adalah mereka yang kerja keras dan telah memenuhi persyaratan. 

Gambar Rantai memiliki makna bahwa ikatan yang terjalin antara anggota koperasi dilandasi oleh persatuan, kekeluargaan, dan persahabatan yang kuat. Dengan begitu, koperasi adalah milik bagi setiap anggotanya. 

Makanya, anggota yang ada di dalam sebuah koperasi juga telah menyepakati adanya anggaran dasar atau anggaran rumah tangga yang telah ditentukan. Tidak jauh berbeda dengan pada Pancasila, gambar padi dan kapas melambangkan kemakmuran.

Hal ini tentu sudah sesuai dengan tujuan berdirinya koperasi, yaitu memberikan kemakmuran pada setiap anggota. Selain itu, padi juga merupakan representasi dari kebutuhan pangan, sedangkan lambang kapas menjadi simbol kebutuhan dasar sandang.

Ingin membawa serta keadilan seperti Pancasila, khususnya dalam sila ke-5, inilah mengapa gambar timbangan digunakan sebagai logo koperasi. Timbangan menjadi harapan kelak anggota koperasi harus memiliki jiwa keadilan. 

Tidak ketinggalan lambang perisai yang memiliki tujuan Pancasila sebagai landasan dalam koperasi. Maknanya, para anggota koperasi bisa mengingat sekaligus mengikuti nilai kepercayaan, khususnya sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa sesuai dengan suara hati masing-masing. Lambang perisai juga menjadi ikon tubuh dan lambang bintang laiknya hati. 

Sementara makna pohon beringin adalah sifat sosial juga kepribadian orang-orang yang tergabung dalam koperasi yang berakar kuat. Lambang ini memiliki harapan, mereka yang bergabung atau bekerja di koperasi menjadi sosok yang kuat, baik secara ekonomi, etos kerja, dan sosialisasinya di masyarakat.

Sebagai identitas, ditambahkannya tulisan 'Koperasi Indonesia'. Identitas ini sebagai pengingat bahwa koperasi dibuat oleh, dari rakyat, dan untuk rakyat. Tulisan ini memiliki makna lain, yaitu sebagai simbol keberadaan koperasi, khususnya dalam sistem perekonomian Indonesia dan menjadi upaya penyokong dan pendorong ekonomi bangsa.

Sementara jika Anda perhatikan, lambang koperasi memiliki latar belakang warna merah dan putih. Tentu bukan tanpa tujuan, yaitu untuk menunjukkan semangat nasionalisme dalam diri Koperasi Indonesia. Juga, menjadi gambaran betapa bangga juga cinta setiap anggota koperasi dengan tanah air dan negara.

Nah, itulah sejarah koperasi lengkap dengan pengertian menurut ahli dan Undang-undang. Tak lupa makna lambang yang kini digunakan. Hal ini menjadi pengingat bahwa sejarah koperasi Indonesia tidak singkat dan banyak melalui kesulitan, tapi semangat koperasi tetap berkobar sampai sekarang.